Senin, 03 Oktober 2011

Usia 20 Tahun Sukses dengan Perusahaan Propertinya



Elang Gumilang, pemuda berumur kurang dari 30 tahun yang sudah mampu membukukan hingga Rp. 20 milliar tiap tahun untuk omzet propertinya. Melalui keprihatinannya kepada masyarakat margin bawah yang tidak mendapatkan tempat untuk berlindung, Elang memulai usaha propertinya. Mengingat bisnis properti pada umumnya yang terkesan untuk golongan atas dan mahal. Menurut Elang, saat ini sebanyak 75 juta masyarakat kurang mampu yang tidak memiliki tempat tinggal.
Berdasarkan keprihatinan tersebut Elang memutuskan untuk memulai usahanya dibidang properti dengan harga yang sesuai dengan masyarakat kurang mampu. Keadaann tersebut nantinya dapat menjadi ladang amal dan rejeki bagi Elang. Elang memulai bisnis dengan konsep perumahan yang mampu terjangkau oleh kaum margin bawah. Tidak mudah untuk memperoleh investor, mengingat Elang terbilang cukup muda dalam memulai usaha properti tersebut.


Modal pertama untuk membangun usaha property sebesar Rp. 340 juta rupiah. Dengan modal sebesar itu, Elang mampu membangun rumah hunian yang sederhana dan murah sesuai dengan fasilitas pada umumnya. Harga rumah yang dijualnya saat itu, sekitar Rp22 juta-40 juta per unit. Uang muka yang dikenakan hanya Rp1,2 juta dengan cicilan per bulan sekitar Rp89 ribu. harga jual bisa ditekannya serendah mungkin, karena ternyata Elang memiliki keahlian mengkalkulasi biaya konstruksi secara otodidak. Dari pembelajaran secara alamiah itu, Elang kemudian mengerjakan sendiri proyek propertinya. Dalam Pelaksanaannya pembayaran yang tidak mengenal penalti atau sita jaminan.
Hingga saat ini, Elang Group memiliki delapan portofolio properti dengan landbank sekitar 50 Ha. Satu di antaranya merupakan ruang komersial (Pasar Dramaga) sebanyak 150 unit kios yang dijualnya kepada para pedagang hanya Rp35 juta. Dan, sekali lagi, Elang melakukan pendekatan sosial yang sangat persuasif terhadap captive market tradisionalnya, para pedagang, dengan hanya mengutip uang Rp35 ribu/hari.
Filosofi bisnisnya yang mengombinasikan tiga aspek (triple track) yaitu: ekonomi, sosial, dan lingkungan, telah menuntunnya menjadi pelita yang berbeda di antara para bintang yang juga menorehkan prestasi serupa.

Business Model Canvas
Penjelasan Business model canvas : Properti milik Elang Gumilang ditujukan bagi masyarakat kaum menengah kebawah. Menginat banyaknya masyarakat menengah kebawah yang belum memiliki rumah.

2. Value Proposition
Nilai yang ditawarkan oleh property Elang adalah harga yang dapat terjangkau oleh masyarakat kelas menengah kebawah. Meskipun harga relatif tidak mahal, fasilitas juga sesuai dengan standar rumah pada umumnya, seperti dapur dan kamar mandi. Tingkat Aksesbiltias dari perumahan juga dekat dengan daerah pasar. Selain itu, pembeli mampu membayar sesuai dengan kemampuan mereka.
3. Channels
Penjualan dilakukan dengan direct sales melalui iklan koran lokal.
4. Customer Relationship
Melalui harga yang sesuai dengan kemampuan masing-masing membuat pelanggan nyaman dengan servis yang diberikan.
5. Revenue Streams
Keuntungan didapat dari penjualan property. Uang yang didapat dari properti diputar kembali dengan cara dipinjamkan yang membutuhkannya. Besar maksimal uang yang dipinjamkan sebesar Rp. 300 ribu.
6. Key Resource
Kunci yang menjadi sumber pemasukan adalah bentuk fisik dari rumah yang dijual. Selain itu, melalui finansial karena uang dipinjamkan kepada orang yang membutuhkan.
7. Key Partners
Elang mengerti mengenai kontraktor sehingga dapat dilakukan optimalisasi terhadap cost yang dikeluarkan untuk membangun sebuah properti. Selain itu, melalui pinjaman rekan-rekan yang terpercaya untuk membangun property tersebut.
8. Cost Structure
Biaya yang dikeluarkan tergantung dari biaya yang dibutuhkan membangun sebuah property. Selain itu, biaya yang diperlukan juga berupa biaya pemasaran.
Pelajaran yang diambil
Untuk memulai suatu usaha harus dimulai dengan tekad yang kuat dan hati yang tulus untuk membantu orang. Karena kewirausahaan hadir untuk membantu orang yang membutuhkan bantuan. Oleh sebab itu, selalu dimulai dari niat yang tulus untuk membantu orang. DAlam membantu orang pun harus dengan tekad yang kuat dan tidak cepat menyerah.

Sumber :
1.      Blog I'm Iqbal! http://imiqbal.wordpress.com/
2.      Rhenald Kasali, Wirausaha Muda Mandiri – Ketika Anak Sekolah Berbisnis, Gramedia Pustaka Utama, 2010
3. http://hildalexander.wordpress.com/2010/07/15/elang-gumilang-benderang-di-antara-sejuta-bintang/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar