Sabtu, 01 Oktober 2011

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama


SURAT PERJANJIAN KERJASAMA KEPADA PEMODAL

Kami yang bertanda tangan dibawah ini : 
Nama                    :               
No KTP                :               
Dalam hal ini bertindak sebagai Direktur Perusahaan yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA. 
Nama                    :  _______________________________
No KTP                :  _______________________________
Alamat KTP          : _______________________________  
Dalam hal ini bertindak sebagai salah satu pemegang saham Perusahaan CV. ANAK BANGSA MANDIRI, yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.  Dengan ini PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA setuju untuk mengadakan perjanjian kerjasama dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut dibawah ini. 

Pasal 1
LINGKUP KERJASAMA & SUMBER MODAL

Sumber modal perusahaan adalah dari penjualan saham, dengan ketentuan :
  1. Terhitung tanggal pada surat ini maka mulai hari ini PIHAK KEDUA memberikan modal kepada PIHAK PERTAMA sebanyak yang tertera di Lembaran Surat Saham yang akan diberikan kepada masing-masing pemodal
  2. Bahwa PIHAK PERTAMA akan menggunakan perangkat tersebut untuk menambah modal pembuatan usaha rumah kos, rumah sewa, atau usaha yang bergerak dibidang properti. 
  3. Harga perdana saham adalah Rp 1.000,- per lembar
  4. Satu lot terdiri dari 500 lembar saham
  5. Pembelian saham oleh calon pemegang saham adalah minimal 1 lot.
  6. Pemegang saham berhak menjual saham miliknya kepada orang lain dan bebas menentukan harga jual per lembar saham.
  7. Pengelola dan karyawan berhak membeli saham
  8. Untuk menambah modal, Pengelola berhak menjual saham sebanyak-banyaknya kepada masyarakat

Pasal 2
JENIS USAHA

  1. Jenis Usaha yang akan didirikan oleh PIHAK PERTAMA adalah : 
  2. Properti (Rumah Kost/Sewa)
  3. Pengelolahan Lahan, Tanah.


Pasal 3
PENENTUAN LABA BERSIH
  1. Yang dimaksud Laba bersih adalah omzet setelah dikurangi dengan biaya operasional, biaya defisit dan angsuran sewa ruko. 
  2. Laba bersih   =   Omzet - Biaya Operasional  - BiayaDefisit - Pajak
    1. Omzet adalah segala pemasukan perusahaan yang meliputi :  
      Ø  Sewa/Kos Kamar 
      Ø  Sewa Lahan dan Penghasilan Properti,  
       
    2. Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan untuk operasional perusahaan rutin, antara lain :
      • Gaji karyawan 
      • Honor atau komisi untuk freelancer atau untuk karyawan untuk pekerjaan tertentu.
      • Rekening PAM, PLN & iuran rutin
      • Biaya service segala peralatan yang rusak
      • Operasional administrasi 
      • Biaya promosi

      • Dan semua biaya lain untuk kepentingan perusahaan selain biaya defisit, Angsuran Kredit Properti dan pembelian alat. 
       
    3. Defisit adalah nilai barang yang berkurang dalam waktu tertentu, biasanya disebut dengan penyusutan,  Biaya defisit adalah dana yang harus dikeluarkan setiap bulan untuk mengganti nilai barang yang berkurang. Penentuan besarnya biaya defisit adalah harga barang dibagi dengan perkiraaan umur barang, contoh harga sebuah keran air untuk satu unit rumah Rp  500.000,- dan perkiraan umur barang 1 tahun maka biaya defisit per bulan adalah Rp 41.666.-.
    4. Angsuran Kredit properti. adalah dana yang harus di simpan rutin perbulan yang dipergunakan untuk membayar kredit properti pada periode berikutnya. 

Pasal 4
KETENTUAN BIAYA ATAS KERUSAKAN

 Apabila ada kerusakan aset maka diperlukan biaya untuk memperbaikinya yang terdiri dari :
v  Biaya spare part  yaitu biaya pembelian alat baru, biaya ini diambil dari dana defisit, apabila dana simpanan defisit tidak mencukupi maka biaya diambil dari dana operasional.
v  Biaya service yaitu biaya jasa perbaikan, biaya ini diambil dari dana pendapatkan kotor pada bulan berjalan dan dalam laporan keuangan masuk sebagai biaya operasional

Pasal 5
Sumber Modal

Sumber modal perusahaan adalah dari penjualan saham, dengan ketentuan :
9.       Harga perdana saham adalah Rp 1.000,- per lembar
10.   1 lot terdiri dari 500 lembar saham
11.   Pembelian saham oleh calon pemegang saham adalah minimal 1 lot.
12.   Pemegang saham berhak menjual saham miliknya kepada orang lain dan bebas menentukan harga jual per lembar saham.
13.   Pengelola dan karyawan berhak membeli saham
14.   Untuk menambah modal, Pengelola berhak menjual saham sebanyak-banyaknya kepada masyarakat 
Pasal 6
Kewajiban masing-masing pihak
KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA
1.       Mengelola modal secara profesional hanya untuk perusahaan.
2.       Memberikan laporan keuangan perbulan pada setiap tanggal 4.
3.       Memberikan laporan kemajuan perusahaan setiap bulan secara tertulis bersamaand dengan laporan keuangan. 
KEWAJIBAN PIHAK KEDUA
1.       PIHAK KEDUA berkewajiban menjaga rahasia perusahaan.
2.       PIHAK KEDUA berhak menarik kembali sahamnya minimal setelah 6 bulan sejak tanggal pembelian saham, dan memberitahukan kepada PIHAK PERTAMA minimal 2 bulan sebelumnya.
3.       PIHAK KEDUA berhak menjual sahamnya kepada pihak lain. 


Pasal 7
Ketentuan Dividen
1.       Dividen dibagikan setelah 2 bulan sejak pembelian saham
2.       Dividen dibagikan pada tanggal 5 setiap bulan.
3.       Pemegang saham berhak untuk menggunakan dividen untuk menambah jumlah saham.
4.       Apabila pemegang saham lebih dari 1 orang, maka pembagian dividen dilakuksan secara proposional sesaui dengan banyaknya saham.
5.       Perubahan ketentuan pembagian dividen dapat diubah setiap akhir tahun pada RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).
Pasal 8
Kerugian

1.       Apabila dalam dalam 1 bulan, laba bersih perusahaan mencapai angka minus maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA tidak mendapatkan pembagian keuntungan.

Pasal 9
Penutupan Usaha

Apabila usaha akan ditutup yang disebabkan oleh pailit atau sebab lain maka :
1.       PIHAK PERTAMA segera melunasi segala kewajiban kepada pihak lain dengan menggunakan kas perusahaan atau aset perusahaan.
2.       Apabila aset perusahaan tidak mencukupi untuk melunasi kewajiban tersebut maka PIHAK PERTAMA berkewajiban melunasi kewajiban tersebut dari kas pribadi.
3.       Apabila ada sisa aset perusahaan, maka semua aset adalah milik PEMODAL dan dibagikan kepada PEMODAL sesuai dengan prosentasi sahamnya.   

Pasal 10
Batas Waktu Kerjasama

Perjanjian kerjasama ini berlaku selama 3 tahun terhitung sejak penandatanganan surat perjanjian ini. Pada tanggal 15 November 2010, surat perjanjian kerjasama ini dinyatakan berakhir dan selanjutnya dapat diperpanjang kembali dengan surat perjanjanjian baru, atas kesepakatan kedua belah pihak.

Pasal 11
Perselisihan

Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak didalam pelaksanaan pasal pasal dan surat perjanjian ini pada dasarnya akan diselesaikan secara musyawarah. 

Pasal 12
Force Majeure

1.       Yang dimaksud force majeure adalah hal-hal yang mempengaruhi pelaksanaan   Perjanjian Kerjasama ini , yang terjadi diluar kekuasaan kedua belah pihak, seperti pemogokan umum, gempa bumi, banjir, sabotase, hura hara, kerusuhan, dan keadaan darurat yang secara resmi dikeluarkan oleh Pemerintah.
2.       Apabila terjadi force majeure, PIHAK PERTAMA harus memberitahukan secara tertulis kepada Pihak KEDUA paling lambat 1 (satu) bulan setelah terjadi force majeure, dan untuk ini PIHAK PERTAMA tidak dikenakan kewajiban atau denda apapun juga.


Pasal 13
Lain-Lain

1.       Surat perjanjian kerjasama ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dan atau kekurangan maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
2.       Hal-hal lain yang tidak tertera dalam surat perjanjian kerja sama ini dapat diatur atas kesepakatan kedua belah pihak  

Pasal 14
Penutup

Surat perjanjian kerjasama ini dibuat di Johor Bahru Malaysia pada hari dan tanggal yang sama dengan diatas, dengan disaksikan oleh para saksi dan ditandatangani tanpa paksaan dari pihak manapun juga dan dibuat rangkap 2 (dua). 

Johor Bahru, ___/________ 2011
  Pihak Pertama                                                             PihakKedua                                                                                                                                                                                       


Arief Ihsan Abdullah                                               ___________________

Disetujui Oleh :
Direktur Utama  – RIYANTO                        __________________________
Komisaris Utama – MOH MASRURY        __________________________
Komisaris – YUYU EVAYANI                        __________________________
Komisaris – ENDANG SUPRIADI               __________________________
Komisaris - SADILAH                                    __________________________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar